Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 05:02:20 pm on April 24, 2012 | 12
    Tags: , , , , , , , ,


    Ya aku bakal kaya raya dooonggg:mrgreen:

    Tapi bukan itu yang mau ane obrolin bro… Ane mo ngobrolin opini pribadi tentang karir masa depan Rossi. Seperti yang masbro semua tau, Rossi bisa dikatakan babak belur mengendalikan Desmosedici, dari seri GP 10 di Valencia 2012, GP11, GP11.1, GP11 evo, sampai GP12. Berbagai macam usaha udah dilakukan Rossi untuk bisa mengendalikan Desmosedici, mulai dari adaptasi kecil sampai sedikit mengubah gaya balapnya (lihat gambar di bawah). Ducati pun demikian, semua usaha terbaiknya udah dilakukan demi Desmosedici yang bisa dimenangkan oleh Rossi, dari modisikasi kecil sampai membuat lima sasis yang berbeda sejak kedatangan Rossi. Tetapi, kemenangan belum juga tampak setelah lebih dari setahun Rossi berada di tim merah.

    Yang muncul malah kekecewaan Rossi yang diungkapkan setelah balapan seri Qatar. Banyak gosip yang bermunculan tentang masa depan Rossi setelah dia gak bisa kompetitif di Ducati. Ada yang mengaitkannya dengan kembali ke Yamaha, punya tim privat dengan senjata M1 dan Coca Cola, pindah ke pelukan Honda Gresini, sampai skenario apakah Rossi masih diterima oleh Honda. Bahkan bro, FYI aja, sebelum GP Qatar dimulai udah ada spekulasi kalau Rossi bisa memutus kontrak dari Ducati sebelum musim 2012 ini berakhir! Kenapa? Karena kualifikasi yang dicetaknya super mengecewakan! Tapi gosip tinggal gosip. Setelah ungkapan kekecewaan Rossi pada Ducati, Rossi ngomong kalau dia masih pengen bareng Ducati. Pengakuan itu tentu aja masih bikin ragu media dan publik yang mendengarnya…. So, kalau ane, Samidi ngobrolmotor jadi Rossi apa yang bakal ane lakukan di tahun 2013? Pindah motor? Gantung kunci? Atau apa…..

    Pilihan pindah ke Honda ataupun Yamaha merupakan pilihan yang terburuk dari yang baik. Lha mangsudnya apa brooo…. Gini, Yamaha ataupun Honda udah punya jagoan sendiri, Stoner dan Lorenzo (plus Marquez di masa depan). Kalau sampai Rossi mendapatkan M1 atau RCV, dia bisa merusak semua usaha Lorenzo dan Stoner untuk mendapatkan poin penuh! Ingat, walaupun Rossi (mungkin) gak bisa menang semudah dulu, dia gak mau menyerah begitu saja dari Lorenzo dan Stoner. Lalu bagaimana dengan tim satelit bersenjatakan RCV dan M1. Sama saja bro! Kita gak pernah tahu bentuk perjanjian apa yang dilakukan antara tim satelit dan pabrikan penyedia motor! Dan daya tawar terbesar ada di pabrikan, bisa saja HRC gak mau ngasih motornya ke Gresini kalau Rossi ada di tim itu. So…same so lie…alias sama juga boong:mrgreen:

    Selain itu, Agostini pernah ngomong kalau tim satelit bukanlah jalan keluar yang baik buat Rossi. “It’s difficult to be a privateer rider, because once you are used to factory treatment, it feels like a step backwards . The manufacturers have resources that a private team can never match, neither during the race weekend, nor in terms of research and development.” Sekali pembalap udah pernah merasakan jadi pembalap di tim pabrikan, balapan di tim privat seperti langkah mundur… Tim pabrikan punya sumber daya yang gak pernah bisa disamai oleh tim privat, baik dari segi riset ataupun pengembangan! So, kalau Rossi pindah ke tim satelit, walaupun itu menggunakan senjata M1 ataupun RCV, akan sangat sulit bersaing memperebutkan podium pertama…hmmmm…..pilihan yang buruk untuk mengakhiri karier balap.

    Gambar ini diambil pada sirkuir Jerez pada tikungan yang sama….variabel lain dikesampingkan:mrgreen:

    Belum lagi bicara gaya balap. Kenapa sih Rossi kesulitan dengan Desmosedici? Karena dia berkembang dengan gaya balap yang benar-benar beda dengan karakter Desmosedici…. Ambil aja Yamaha, dia 7 tahun mengembangkan gaya balap yang cocok dengan M1 yang jinak dan halus. Dua tahun ini dia habis-habisan menyesuaikan diri dengan Desmosedici…kalau liat gambar di atas, sejauh ane pernah nonton MotoGP, seumur-umur Rossi gak pernah naik M1 sampai badannya turun di tikungan! So, dengan gaya balap yang halus, berubah jadi (harapannya) agresif, dan kalau pindah ke M1 lagi harus berubah jadi halus lagi, apakah itu bisa dilakukan Rossi dengan cepat? Apakah adaptasinya masih secepat dulu ketika Rossi berusia 20 tahunan…? Ane sih gak yakin kalau ganti motor dan ganti gaya balap lagi di usia Rossi adalah pilihan yang bijak…

    Skenario ketiga, kalau ane jadi Rossi, ane bisa aja tetap di Ducati! Jujur aja deh, usia produktif Rossi tinggal berapa tahun lagi? Satu tahun? Dua tahun? Tiga tahun? Saat itulah Rossi dan dunia harus benar-benar mengakui kenyataan kalau sang legenda hidup harus menyerah dengan yang namanya usia. Lha, emang siapa yang bisa melawan alam, melawan kekuatan fisik yang menurun bareng usia yang bertambah? So, dengan kondisi seperti itu, lebih baik memikirkan bagaimana mengakhiri karier dengan cara yang terbaik!

    Dengan cara yang terbaik? Yup…. Rossi dan Burgess punya reputasi sebagai pembalap dan mekanik peramu motor yang pada akhirnya jadi motor andalan perebutan podium dan juara dunia. Saat ini reputasi tersebut masih dipertaruhkan! So, kalau Rossi pindah dari Ducati, predikat yang dia dan Burgess sandang akan tercoreng. Itu dari segi teknis…. Kalau ane sih, dalam dua tiga tahun akhir karier balap,ane lebih memilih habis-habisan mengembangkan motor dan mempertahankan predikat yang pernah diberikan. Tapi, jauh dari podium adalah ada harga mahal yang harus dibayar!

    So, kalau saja Rossi bertahan di Ducati dan tetap konsisten mengembangkan Desmosedici….dan (semoga) berhasil, reputasi Rossi sebagai pengembang motor masih terjaga. Walaupun selama itu podium jauh darinya, ane yakin media dan penikmat balap (yang objektif) pasti angkat topi dengan prestasi itu… Yup, menurut ane bertahan ataupun pindah, bukan hanya masalah kemenangan jangka pendek yang bisa diraih, tetapi bagaimana mengakhiri karier balap dengan manis….

    *note: variabel pihak pabrikan Ducati diksampingkan dulu di opini ini

     

Comments

  • triosigit 7:00 pm on April 24, 2012 | # | Reply

    ambil podium dulu…

  • lonely boy 8:30 pm on April 24, 2012 | # | Reply

    COMPLICATED nih Rosii…compare juga dengan bayliss di warungnya mbah dukun….http://indobikermags.com/2012/04/24/wsbk-fakta-berbicara-d-rossi-gp11gp12-vs-bayliss-gp346/

  • win 10:50 pm on April 24, 2012 | # | Reply

    gantung helm aka pensiun(duit kan udh byk)

  • novriexx 7:02 am on April 25, 2012 | # | Reply

    nama besar dipertaruhkan

  • rossifumi 8:24 am on April 25, 2012 | # | Reply

    ya,.setidaknya keliatan,. kalau pembalap yang make ducati bisa bertarung juga,.ga jadi pemanis di grid start. tanda desmo sudah berkembang,.
    tapi ane juga mau liat fighting rossi lagi,.asli sumpah semenjak patah kaki di mugello, cuma ada beberapa fight yang bisa bikin ane gregetan, setelah itu hening,ngantuk, kurang bisa menikmati.
    Bukan hanya karna rossi yang kurang kompetitif, tapi juga karna pembalap2 lain kurang menyadari pentingnya entertaiment.
    Olahraga ini menarik karna rossi. Rossi menarik karna karakter entertaint yang dia punya,. sulit rasanya jika rossi tidak ada dimotoGP. apalagi semenjak 58 tidak ada.

  • ronald46 9:45 am on April 25, 2012 | # | Reply

    langkah Rossi udah tepat kasih ultimatum ke Ducati, kaya Pedrosa dulu yang mau cabut dari Honda trus kasih ancaman cabut baru deh Honda kasih motor top ke dia hehehe…

  • ben piss 5:26 pm on April 25, 2012 | # | Reply

    IMHO, situasinya tidak semudah itu.
    Kontrak Ducati-Rossi berakhir tahun ini.
    Kalau prestasi Rossi tidak juga kunjung membaik, bukan saja sangat jauh tertinggal dari Lorenzo-Stoner-Pedrosa tapi bahkan kalah dari penunggang Ducati lainnya, apa mungkin Ducati masih akan menawarkan kontrak baru ke Rossi tahun depan?
    Apalagi kalau GP12 tetap jauh tertinggal dari M1 & RC212V, baik di tangan Rossi maupun Hayden.
    Padahal salah satu alasan terkuat Ducati untuk membajak Rossi dari Yamaha adalah untuk membantu Ducati mengembangkan Desmosedici agar rider friendly dengan semua rider.

    Sedih memang, tapi begitulah keadaannya.
    Situasi Rossi sekarang bagai diujung tanduk.
    Menyalahkan Ducati yang tidak bisa mengembangkan motor sesuai masukannya lalu mencari tim/motor lain, juga tidak semudah itu.

    Usul gw, kalau GP12 tetap tidak berkembang sampai 4 race ke depan, mending Rossi coba nego dengan Suzuki atau Kawasaki untuk kembali ke MotoGP dengan Rossi sebagai pembalapnya.
    Kalau sukses dan langganan podium, Rossi akan membalikkan kondisinya dua hal sekaligus.
    Pertama, Rossi tetap mampu mengembangkan motor.
    Kedua, kemampuan Rossi masih cukup kuat untuk bersaing dengan pembalap-pembalap muda.
    Hanya 1 hal saja yang tidak dapat dia kalahkan yaitu kenyataan bahwa hanya Bayliss & Stoner dengan riding style uniknya yang mampu menaklukkan Desmosedici.

    • masTer Samidi O_O 10:59 am on April 26, 2012 | # | Reply

      Bener bro, kalau memasukkan variabel Ducati pasti lebih jadi kompleks… Ducati pasti juga pikir-pikir kalau belum ada sinyal perbaikan prestasi tim nya walaupun ada Rossi. Kecuali Ducati udah cinta mati n setia ampe selamanya dengan Rossi:mrgreen:
      Cuma, kalau menurut ane, Rossi pindah ke Suzuki/ Kawasaki (kalau mereka turun lagi di MotoGP) juga bukan pilihan yang bagus….siapa yang menjamin sumber daya mereka lebih baik dan lebih cepat dalam meriset motor dibandingkan Ducati? Mengingat dua pabrikan itu memilih undur diri dari arena MotoGP karena memprioritaskan pemanfaatan sumber daya finansial untuk menyelamatkan dari krisis… Klo di Ducati, paling dak ada Philip Morris yang setia merogoh koceknya buat Rossi dan Ducat (sampai saat ini)…..gitu menurut ane bro….

  • Kuro.shiro 6:47 pm on April 25, 2012 | # | Reply

    master samidi jadi akang rossi Oooo tidak bisa, wani piro? wekekek (just Joke)
    btw gambar komparasinya keren, (itu rosii sampe gak duduk dijok ducati lagi kali ya, lesehan di aspal wkakaka)
    request artikel dong komparasi gaya membalap alien motogp + gambar menurut analisis klenik kanjeng Samidi, ditunggu yak

  • Gogo 9:09 pm on April 25, 2012 | # | Reply

    yg penting ttp lakukan yg terbaik dan maksimal.. hasil akhir mengikutinya..

  • bakul kbakul kangkungangkung 7:23 pm on April 26, 2012 | # | Reply

    tetap semangat..,bertahan, LANJUTKAN>>>

  • MotoGP Jerez…..Saat Pesta (Hampir) Diikuti Ducati… « ngobrolmotor 10:44 am on April 30, 2012 | # | Reply

    […] Sedangkan bagi Rossi, finish urutan delapan adalah bukan impiannya. Tetapi, hasil itu sedikit banyak membuatnya cukup otipmis. Lap time dia gak jauh beda dengan pembalap urutan 6, Alvaro Bautista. Di Jerez kemarin, akhirnya Rossi membuat usaha yang sedikit berbeda dengan apa yang dilakukannya selama ini. Kalau selama ini dia dan kru nya selalu mengubah motor agar sesuai dengan riding stylenya, di Jerez kemarin dia mencoba setup motor yang sedikit banyak sama dengan set up motor Hayden. Kemudian, dia memaksa diri mengubah gaya balapnya menyesuaikan dengan set up motor tersebut. So, itulah hasil yang didapat….finish ke delapan. Rossi mengakui kalau usaha mengubah gaya balap memang membuatnya kaku di awal lap, tetapi semakin banyak lap yang dilahap dia cukup terbiasa dengan hal itu. Hmmmm…udah deh, kalau udah habis-habisan ganti gaya balap, ga usah berpikir untuk pindah motor tahun depan…seperti yang pernah ane bahas disini! […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: