Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 08:03:05 pm on March 27, 2012 | 10
    Tags: , , , , , , , , , ,


    Halo bro..hmmm..lagi ada percikan menarik di otak nih…ane pengena obrolin bareng ma masbro aja ah😉

    Dalam kisah-kisah epik ataupun legenda, seorang pemberontak selalu mendapatkan peran yang sangat menarik. Pemberontak bisa mengubah segala tatanan yang telah mapan. Pemberontak selalu berusaha habis-habisan mengubah dominasi yang sebelumnya menancap. Sebut aja Ken Arok yang ‘hanya’ seorang rakyat biasa yang bertekad merebut kekuasaan dari Tunggul Ametung. Atau Steve Jobs yang berambisi mengganggu kemapanan yang telah diciptakan oleh The Big Blue IBM. Itu juga yang ngobrolmotor lihat dari proyek CRT di MotoGP.

    New Species

    CRT adalah spesies yang diciptakan oleh promotor MotoGP untuk menyelamatkan sirkus balap motor dunia itu. Saat perekonomian dunia ditekan oleh krisis yang mengharuskan pabrikan berhemat sumber daya, balap MotoGP justru semakin mahal dan tidak terjangkau oleh tim-tim privat. Tim privat harus menyediakan paling tidak lima juta euro untuk bisa menyewa motor pabrikan untuk berlaga di MotoGP. Catat lo ya…menyewa, bukan memiliki. Artinya, tim privat harus mengembalikan motor yang dipakainya sepanjang tahun di akhir musim balap. Inilah salah satu pendorong munculnya spesies CRT. Hanya dibutuhkan sekitar satu juta euro untuk turun di kelas MotoGP dengan motor CRT. Dan istimewanya adalah motor yang telah dibayar dan dikembangkan itu bisa dimiliki oleh tim. Terserah bagi tim CRT itu motornya mau dipajang, dipake lagi tahun depan, atau dijual ke tim lain, itu kebebasan bagi tim CRT bersangkutan.

    Segala keistimewaan diberikan pada CRT oleh promotor MotoGP, seperti jumlah mesin dan bahan bakar yang lebih banyak. Semua itu gak lain gak bukan biar motor CRT bisa sedikit bersaing dengan motor prototipe MotoGP. Paling gak jajaran papan tengah laaahhh…. Kan papan tengah juga dihuni oleh tim-tim privat dengan motor prototipe. Memang banyak yang meragukan kemampuan motor-motor CRT (termasuk ngobrolmotor). Apalagi ketika melihat kemampuan motor CRT dibandingkan dengan motor Moto2 yang jelas-jelas kapasitasnya hampir 400cc lebih kecil. Di Jerez, enam motor CRT memiliki laptime yang lebih lambat dibandingkan dengan laptime motor Moto2!

    Tetapi, semakin ke sini, setelah melihat kemampuan motor CRT di Jerez ketika berhadapan langsung dengan motor prototipe, setelah tahu banyak fakta-fakta CRT, sepertinya ane harus sedikit menarik keraguan pada CRT. Lihat aja kemampuan Aprilia ART (terlepas dari kontroversinya sebagai tim CRT jadi-jadian, de Puniet hanya tertinggal 0.022 detik di belakang Karel Abraham yang udah make Desmosedici berdarah murni prototipe. Atau Aleix Espargaro yang tertinggal 2.8 dari RCV Stoner.

    Mustahil hal ini bisa dijumpai di paddock pabrikan!

    Pembalap lain, Michelle Pirro tertinggal sekitar 3.404 detik dibelakang Stoner. Memang bro, masih ada gap yang kontras antara motor CRT dan motor prototipe, terutama motor-motor pabrikan seperti RCV, M1 atau Desmo. Tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah: motor-motor CRT adalah motor yang baru saja matang. Beberapa motor malah sasisnya baru dicetak beberapa bulan yang lalu. Beberapa motor mesin nya baru di korek beberapa bulan sebelum musim balap dimulai. Beberapa motor CRT bahkan baru menjejakkan ban nya di atas aspal beberapa minggu sebelum test Jerez dimulai. Sebut aja FTR Honda tim Gresini. Masbro tentu masih ingat kalau motor bermesin CBR korekan Ten Kate itu baru matang beberapa saat sebelum test Jerez dimulai. Motornya pun baru di test oleh Michelle Pirro dua hari menggunakan ban Pirelli, baru kemudian di test lagi di Jerez menggunakan ban Bridgestone. Jangan salah bro, perbedaan merek ban sangat signifikan bagi motor-motor performa tinggi kaya CRT. Butuh settingan sasis dan suspensi yang mantap agar motor bisa menempel dengan dua merek ban yang berbeda!

    Begitu juga dengan Collin Edwards di atas NGM Forward Sutter bermesinkan BMW. Walaupun performa yang dihasilkan oleh motor itu jauh dari yang diharapkan, masih ada peluang untuk pengembangan motor. Dikabarkan pihak BMW bakal lebih banyak turun tangan membantu pengembangan motor Collin Edwards. Yaaahhh…mirip-mirip Aprilia yang banyak turun tangan di tim CRT APrilia ART laahhh….

    The ‘Open Source’ Racing

    CRT memang bukan konsep yang sederhana. CRT membutuhkan kepastian dan keadilan regulasi agar motor-motor CRT bisa bersaing dengan motor prototipe. Tetapi CRT bukan pula konsep yang menjijikan atau konsep yang harus dihindari. Kalau masbro amatin dengan kondisi paddock MotoGP teliti, ada hal yang sangat menarik di tim-tim CRT. Tim CRT gak ragu-ragu dan gak malu-malu menunjukkan motor mereka dalam keadaan telanjang. Mereka gak perlu paranoid seperi tim pabrikan yang menutupi apa yang ada di balik fairing motor mereka.

    CRT membiarkan jeroan mesin mereka, bentuk sasis dan segala sesuatu di balik fairing motor menjadi konsumsi publik dan konsumsi fotografer otosport. Lha, apa lagi yang perlu ditutupi, mesin menggunakan motor superbike jalanan. Apa yang ada di mesin itu, sudut silinder, jumlah silinder, bentuk mesin gak ada bedanya dengan motor yang ada di garasi pemilik motor superbike. Ini adalah hal yang sangat menarik buat ngobrolmotor.

    The future or racing?

    Seperti yang ane ceritakan sebelumnya, pemberontak selalu membongkar kemapanan. Kalau selama ini pengembangan motor CRT hanya bisa diketahui oleh tim pabrikan saja, konsep CRT  berusaha merubah hal itu. Kalau saat ini pabrikan sangat amat amat amat merahasiakan hal-hal teknis motor prototipe nya, konsep CRT bisa mengubah hal itu. Tim CRT bisa membagi sumber daya pengembangan motor balap kepada pihak ketiga, seperti Gresini yang bekerja sama dengan Ten Kate. Itu bisa menekan biaya pengembangan motor balap. Tim CRT bisa pula membagi ‘rahasia’ balap dengan pihak ketiga.

    Buat ane, konsep ini sangatlah menarik. Pengembangan ilmu pengetahuan dan riset balap tidak hanya dimonopoli oleh pabrikan saja. Tetapi bisa dibagi ke pihak-pihak ‘kecil’ seperti rumah modifikasi mesin ataupun produsen spesialis sasis motor. Konsep ini mengingatkan ane pada open source. Alih-alih menyerahkan pengembangan hal yang besar pada satu pihak aja, open source membagi pengembangan itu pada pihak umum. Memang CRT tidak seekstrem open source, tetapi konsep membagi pengembangan teknis dan pengembangan ilmu pengetahuan pada banyak pihak adalah hal yang sangat menarik.

    Hmmm…semoga aja dominasi MSMA bisa berkurang dengan adanya CRT. Semoga peta politik MSMA dan Dorna bisa berubah melalui CRT. Semoga CRT memang menjadi pendobrak kemapanan yang selama ini ada di MotoGP.

    Monggo di share pendapatnya….

     

Comments

  • ferdigi 8:34 pm on March 27, 2012 | # | Reply

    Pertamax dulu masbro… Ane juga merasa senang kalau motor klan berdarah murni pabrikan bisa diacak2 oleh motor jalanan or costume.. karna ga hanya yang punya banyak uang yang bisa menang… tim dan pembalap dengan bajet terbatas juga bisa menang suatu saat… ujung2nya penimat tontonan balap yang diuntungkan dari ketatnya kompetisi…

  • dajira katoh 8:52 pm on March 27, 2012 | # | Reply

    CRT menarik juga yah masbro..nah yg menjadi unek2 ane nih knpa YAMAHA gk bikin team CRT kaya HONDA gresini. setau ane YZFR1 lansiran sekrang udah crossplane cranskshaft dimana adposi dr M1 so technolginya meskipun 4 silinder segaris sama dg M1. yang jelas beda dengan mesin CBR1000RR (4 cyl segaris) dengan RCV ( V engine)????

    • bozqy86 12:31 pm on March 28, 2012 | # | Reply

      2013 katanya tech3 pake R1,dengan sasis buatan sendiri, tentunya dibantu yamaha, mungkin pake 3 rider, 2 pake M1 1 pake CRT R1, tinggal pilih diantara smith ato CalC.

  • gogo 9:08 pm on March 27, 2012 | # | Reply

    jika mampu meracik dan memaksimalkan CRT dengan tpt, bisa mengungguli pabrikan bkn hal mustahil..

    paling demen klo ada adegan david vs goliath di balapan..

  • rexraider 10:54 pm on March 27, 2012 | # | Reply

    ulasannya mantap MasBro
    Kita cuma bisa berharap agar tim CRT bisa menyodok 5besar.
    Pasti Ruame + bikin ketarketir tim Pabrikan😀

  • ardiantoyugo 11:23 pm on March 27, 2012 | # | Reply

    tulisan mantap nih…

  • ronald46 9:45 am on March 28, 2012 | # | Reply

    bagus deh kalo BMW berselera, kayanya mereka juga ngidam punya motor sekelas RC212V, YZR M1, Desmo GP16… lagian bukti di ajang balap lain mesin mereka mumpuni jugak…😀

  • jaybee 8:27 pm on April 10, 2012 | # | Reply

    alhamdulillah setelah baca artikel ini ane baru tau apa itu motor CRT. ane kira sama kayak monitor CRT gituh.. :hammer .

  • adidog 12:43 am on April 27, 2012 | # | Reply

    Idem sama yg diatas


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: