Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 01:24:10 pm on March 24, 2012 | 19
    Tags: , , , , , , , , ,


    Halo bro…nerusin tulisan ane sebelumnya, Ducati kayanya butuh artikel tersendiri nih buat diobrolin. Yuk, langsung aja. Di Sepang I GP12 sempat menjanjikan performa yang lumayan, tetapi semua itu memudar di test Sepang II. Harapan muncul saat test mau diadain di Jerez. Dengan karakteristik sirkuit yang jauh berbeda, diharapkan GP12 menunjukkan potensi yang sebenarnya…tapi apa mau dikata, justru lagi Metallica yang diputer di Jerez…Sad but True… 1,7 detik dibelakang Stoner, lebih buruk dari tahun kemarin…

    GP12, terutama tunggangan Rossi, kembali bermasalah di Jerez. Kalau di motor-motor retro dikenal istilah New Old Stock alias stok komponen baru tetapi model lawas, kok ane curiga Ducati kepincut dengan filosofi ini. GP12 punya komponen yang hampir semuanya baru, tetapi sisa-sisa kelakuan GP11 masih ada ya👿 Rossi mengeluhkan kalau dia gak bisa masuk tikungan dengan tajam, akibatnya di tikungan dia kehilangan banyak waktu. Pada saat dia seharusnya sudah membetot gas, dia masih berkutat mengendalikan motor di tikungan. Akibatnya, beberapa kali kaki Rossi harus meleset dari foot peg mengendalikan GP12 selepas dari tikungan. Sebenarnya, CMIIW, kalau ane lihat dan dengar ni masalah rada beda dengan masalah GP11. Kalau GP11 Rossi mengeluhkan hal yang spesifik, dia gak bisa merasakan front end. Akibatnya dia gak bisa menentukan kapan harus masuk tikungan tanpa terjatuh dan bagaimana motor dimiringkan biar bisa membabat tikungan tanpa terjatuh dari motor. Tetapi, yang dikeluhkan Rossi sekarang adalah dia gak bisa masuk tikungan dengan tajam. So, kalau menurut masbro gimana? Sama gak masalahnya? Hmmmm….sama atau gak yang jelas geometri motor belum sempurna.

    Masih ada masalah lain yang dirasakan oleh Rossi. Dia merasakan kalau posisi duduk dia masih terlalu ke belakang, kurang maju. Buat ane, masalah ini sangat aneh, mengingat GP12 adalah motor yang didesain dari nol. Sedangkan Rossi sudah satu tahun bersama dengan Ducati…logikanya, Ducati memiliki data postur tubuh Rossi. Selain itu, ketika Rossi masih berusaha mengembangkan GP11, beberapa kali Ducati memodifikasi posisi footpeg dan posisi Rossi agar klop dengan Desmosedici. So, kalau Rossi mengeluhkan posisi duduk GP12 masih terlalu kebelakang, bukankah itu hal yang aneh? Apalagi si Sepang tidak ada isu itu… Atau mungkinkah isu itu tidak dirasakan Rossi karena Sepang tidak memiliki tikungan sebanyak yang dimiliki Jerez….hmmmm….buat ane sih tetep aneh!

    Hanya ada satu petunjuk mengapa Rossi mengeluhkan posisi tempat duduk yang terlalu kebelakang. Seperti yang masbro semua tahu, Ducati masih mempertahankan mesin L4 90 derajatnya. Padahal, konfigurasi mesin L90 derajat beberapa kali dituding sebagai biang kerok geometri Desmosedici yang gak beres-beres. Mesin konfigurasi 90 derajat juga memiliki dimensi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan mesin bersudut lebih sempit atau mesin silinder sejajar. GP12 tetap menggunakan mesin L90 tetapi dengan posisi mesin yang dimundurkan atau diputar lebih ke belakang. Indikasinya adalah radiator GP12 yang terlihat penuh, tidak ada tonjolan mesin seperti yang ditemukan di GP11.

    Tetapi, tetap aja karakteristik mesin L90 masih tersisisa di GP12. Mesin berdimensi yang relatif lebih besar, diposisikan lebih kebelakang. Hasilnya bisa dibayangkan, posisi airbox, posisi tanki bahan bakar dan posisi tempat duduk harus menyesuaikan habis. Gak banyak tempat tersisa untuk menempatkan komponen-komponen krusial tersebut. Hmmmm…tahun kemarin isu nya sasis karbon, amit-amit deh kalau tahun ini isu nya tinggal mesin L90…

    Yang pasti, Rossi dan para fans nya harus beradaptasi dengan ini, karena gak da parts baru sampai seri 3 atau 4…. Kita lihat aja test hari kedua dan ketiga…

     

Comments

  • opix stoner 1:42 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    Bang sam GP12 bukannya dh pake V meskipun sudut masih 90°

  • win 3:15 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    apakah hal yg sama dialami jg oleh hayden?

  • cipluk 3:47 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    Dulu sih dnger2 ducati mau pake konfigurasi v75, ternyata gak jadi tho..
    Sejak rossi datang kok terus2an jadi mr. complain, perlahan ciri khas ducati ilang ya.. kalau ducati pake sasis twinspar, swing arm almu, atau mungkin kedepan rossi minta v twin, terus apa bedanya ducati dengan motor2 jepang..
    Andai rossi di musim berikutnya bisa sukses dengan ducati, tetep menurut ane rossi gagal menaklukan ducati (real ducati)
    Kini terbukti pendapat stoner lah yang benar, bahwa persoalan sebenarnya bukan di motor tapi di gaya balap rossi..

  • dajira katoh 4:47 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    Bro sam kayanya Rossi bnyk ngeluh nya yah? progress NOL besar….yg mau ane tanya klo DUCATI panigale bisa gk ikut CRT?

  • win 5:10 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    pening pale mah 2 silinder 1200cc masbro
    setau ane sih regulasi motogp tdk menghalalkan naikin kapasitas cc meski cuman 2 silinder
    smua crt yg sekarang ikut make 4 silinder mau v(rsv,bmw) ataupun inline(cbr,ninja)

  • HakanMasyhur42 5:30 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    Kenapa gak diYamahain aja ya sekalian.. Kalo gini terus, bisa-bisa Rossi nyari tim lain lagi..

  • rullynova 8:47 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    Itu yg dimaksud “solusi jangka pendek” menurut tim ducati
    Diharapkan dengan perubahan radikal (sasis twin spar) dapat peningkatan scara instan
    Ya tapi kenyataan ternyata berkata lain…sad but true😦
    Sebenernya bukan masalah di gaya balap rossi,buktinya smua rider ducati mengalami hal yg sama,,,
    Masalah utamanya adalah hanya stoner yg gaya balapnya cocok dengan ducati

    • masTer Samidi O_O 9:05 pm on March 24, 2012 | # | Reply

      Nha itu brooo…klo motor udah bener, geometri bagus, walaupun ada kw 1 ato kw 2 satelit kaya di yamaha n honda, performanya gak terlalu jomplang. Liat aja crutchlow n dovi yg catatan waktunya bagus. Bgt juga ma bradl n bautista walaupun tahun ini mreka baru nunggang RCV, tapi mreka bisa mantap. Sedangkan Ducati? Semua rider Ducati harus berjuang kerassss….yah, walaupun klo ga salah BautistaGP Zero tapi tetep aja, kayanya GP Series masih jauh dari sempurna….😦

  • uduk-uduk 10:47 pm on March 24, 2012 | # | Reply

    apa itu artinya tahun ini desmosedici masuk bengkel lagi??dan balapan sebagai partisipant??ato dengan kata lain cuma ada yamaha dan honda yang balapan, ducati penggembira??sepertinya iya kalo itu mesin masalahnya…karena rossi udah terlalu mateng kalo disuruh ubah gaya balap…fiuh…5 lap aja balapan udah bubar deh ketahuan pemenangnya buat tahun ini…

  • lelet 6:29 am on March 25, 2012 | # | Reply

    ducati tertipu prestasi rossi ……………

  • rullynova 7:10 am on March 25, 2012 | # | Reply

    @uduk uduk semoga aja #99 ada perlawanan biar motogp jadi seru enak ditonton ga monoton😀

  • blx 11:00 am on March 25, 2012 | # | Reply

    Rossi minta mesin v n then ciri khas ducati ilang??
    ducati peningpale kan mesinya dh brubah jadi v!! Apa karna rossi juga?

  • kribo 2:40 pm on March 25, 2012 | # | Reply

    selama pake desmodromic
    mau V mau L mau monokok mau twinspar … ducati masih bisa pake nama desmosedici
    kalo ganti pneumaitic … ceritanya baru lain🙂

  • La Pithe 10:04 pm on March 25, 2012 | # | Reply

    masih test resmi kok, masih byk adaptasi settingan yg musti di coba …. ini bukan kualifikasi yang mungkin dah menggambarkan race sesungguhx, lagian kalo di cermati, The Doctor selalu mencoba sesuatu yang berbeda dengan pembalap lain lho…

  • penggemar ninja 9:33 am on March 26, 2012 | # | Reply

    final test rossi sich no 6, gapnya 0.9 detik dari stoner, tapi doi bilang, lumyan lah..:)

    dah dia bilang puas dgn hasil testnya, soale baru 7 x tuh pake motornya..

    kita lihat aja di qatar ntar, perubahan apa lagi yg lakuin ducati

    • opix stoner 11:15 am on March 26, 2012 | # | Reply

      He..he..he..emang rider lain dah berpa kali om…kekekekek

  • Kend1L 9:59 am on March 26, 2012 | # | Reply

    Rossi belum bisa di katakan gagal, sebab pre-practice bukan cari best lap, tapi mencari solusi setingan motor, makanya Rossi selalu melakukan hal yang berbeda di racenya…
    and bisa di lihat di Seri Qatar sebagai tolak ukur nya….

  • Fans Rossi 46 2:59 am on March 28, 2012 | # | Reply

    Kayaknya di seri Qatar penentunya, apa Rossi bisa mengendalikan motor itu tapi saya yakin Rossi pasti bisa. Ayo Rossi kamu pasti bisa……


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: