Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 02:44:05 pm on March 15, 2012 | 8
    Tags: , , ,


    Halo bro…ketemu lagi:mrgreen:. Dunia balap, terutama balap motor adalah dunia yang penuh dengan risiko, gak cuma risiko cedera tetapi juga risiko kehilangan nyawa. Para pembalap bukan manusia bodoh, mereka hanya manusia abnormal yang berusaha meminimalkan risiko-risiko yang ada. Dengan hanya berjarak centimeter dari aspal, badan dan kepala pembalap harus terlindung ‘sempurna’. Racing suit alias wearpack harus didesain sedemikian rupa agar bisa menahan benturan atau gesekan yang timbul saat pembalap menghantam aspal sirkuit. Begitu juga dengan helm, yang melindungi bagian vital manusia-manusia abnormal tersebut. Perkembangan racing gear gak bisa dilepaskan dari peran para pembalap yang banyak memberi masukan kepada industri racing gear. Apa aja dan gimana perkembangan racing gear pembalap? Yuk kita obrolin bareng-bareng😉

    Pertama adalah generasi djadoel. Generasi ini ditandai oleh pembalap-pembalap legendaris dengan bersenjatakan motor-motor Eropa seperti Triumph, Norton ataupun Gillera. Generasi ini jauh dari apa yang namanya perlindungan maksimum buat pembalap. Sebut aja racing suit yang terpisah alias two pieces. Racing suit jenis ini terpisah antara jaket dan celana. Kemudian, dikembangkanlah racing suit model one piece. Siap kelinci percobannya? Geoff Duke. Pembalap Inggris ini menggunakan baju balap terusan sama dengan desain wearpack para pembalap MotoGP saat ini. Selain itu, Geoff Duke juga jadi kelinci percobaan penggunaan kulit kanguru sebagai material wearpack. Kulit kanguru dipandang memiliki kelenturan dan kekuatan yang lebih dibandingkan dengan kulit sapi yang biasa dipakai sebagai material wearpack.

    Geoff Duke dengan wearpack one piece

    Gak hanya Geoff Duke yang jadi kelinci percobaan perkembangan dunia racing suit. Mbah-mbah pembalap seperti Kenny Roberts Sr., Gary Nixon, Giacomo Agostini dan Barry Sheene juga ikut menyumbangkan kontribusi yang besar dalam perkembangan racing suit pembalap motor. Selain itu, pembalap jaman modern seperti Max Biaggi dan Valentino Rossi juga gak ketinggalan memberikan kontribusinya.

    Pembalap Italiano, Giacomo Agostini adalah pembalap pertama yang meminta produsen baju balapnya agar melengkapinya dengan bantalan pelindung pantat dan pinggang. Gak kebayang deh, kalo gak ada bantalan itu, pembalap harus tahan duduk di atas jok motor balap yang tipis dengan suspensi yang keras… Tepos brooo… Selain menambah kenyamanan, bantalan itu tentu aja bisa memberikan perlindungan yang lebih bagi pembalap.

    CIkal bakal aerodynamic hump dan back protector 'karya' Barry Sheene

    Masih ngobrolin tentang wearpack. Masbro tentu aja familiar dengan punuk yang ada di punggung atas para pembalap. Punuk aerodinamis atau dikenal sebagai aerodinamics humps ini dipelopori oleh Barry Sheene. Cuma, cara Sheene memang sedikit ekstrem. Dia menggunakan kaca helm yang sudah gak kepake untuk diselipkan di punggung atas baju balapnya. Pada tahun 1988, Dainese memperkenalkan punuk sebagai perlindungan yang maksimal bagi pembalap. Punuk tersebut didesain dengan lebih baik dan sangat melindungi leher dan punggung pembalap saat pembalap jatuh.

    Gak cuma aerodinamics humps yang dipelopori oleh Barry Sheene. Juara dunia 1976-1977 ini berkolaborasi dengan Dainese dan menciptakan pelindung punggung yang didesain sempurna dalam melindungi punggung pembalap. Dainese memperkenalkan pelindung punggung ini pada tahun 1978.

    Masih banyak cerita perkembangan dunia racing gear bro….peran Kenny Roberts Sr., dan pembalap lain belum diobrolin. Kontribusi apa aja yang telah diberikan mereka? Punuk yang pada awalnya hanya diisi dengan kaca helm pun berubah bagaikan robot… Apa aja perkembangan racing suit yang udah terjadi, ketemu di artikel 2 aja ya broo…😉

     

Comments

  • opix stoner 3:08 pm on March 15, 2012 | # | Reply

    Sip gan…🙂🙂🙂

  • rullynova 5:18 pm on March 15, 2012 | # | Reply

    Punuk sekarang jadi tempat air minum😀

  • Sumiati semox 6:34 pm on March 15, 2012 | # | Reply

    Mantep2

  • idadzzz 9:21 am on March 16, 2012 | # | Reply

    punuk bkn aero dinamis?

    • masTer Samidi O_O 9:46 am on March 16, 2012 | # | Reply

      Yoi…
      Aerodynamics Hump improves the aerodynamics of the rider/vehicle system when the racer is bent low behind the handlebars- Dainese

  • Biju46 8:32 pm on March 16, 2012 | # | Reply

    Kata FBR, Plus Tambahan Bensin 1 Liter biar Motor Boros bisa Finis, wkkk

  • xsal 7:15 pm on March 19, 2012 | # | Reply

    mungkin bisa ditambahkan fungsi punuk selain yg diatas… yaitu ketika rider terjatuh pada posisi telentang dan punggung tergerus aspal… punuk tersebut menjaga posisi kepala lebih tinggi dari posisi bahu… sehingga meminimalisir benturan yg dapat terjadi kepada kepala…. dan itu lebih utama fungsinya dibanding sekedar aerodynamics…

  • Perkembangan teknologi wearpack Moto GP | balimotorider Blog 10:51 am on March 6, 2015 | # | Reply

    […] yang lebih paham dan ingin menambahkan silahkan. Untuk sumbernya BMR dapatkan DISINI ada yang DISINI dan juga DISINI. Terima kasih sudah meluangkan waktu mampir kemari sobat bikers. […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: