Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 03:43:39 pm on December 28, 2011 | 14
    Tags: , , , , , , , , , ,


    Halo brooo..ketemu lagi…sekarang yuk kita obrolin tentang CTM…biar pada ngantuk…wakakakaka…. Salah brooo…CRT yang bukan Curi Ranjang Tetangga loh ya…:mrgreen: tapi CRT yang disebelin ma Dani Pedrosa ma Casey Stoner. Emang apa yang mau diobrolin brooowww….kok judul artikelnya sok demokratis gitu…emang mau reformasi ya broo…:mrgreen: Gini…selama ini gak bisa dipungkiri balapan MotoGP adalah balapan yang mahal, kalao elu mau menang, elu ya harus punya duit…ngrogoh kocek ampe bolong! Contohlah…Honda yang mengembangkan teknologi habis-habisan termasuk gearbox nya untuk meraih kemenangan. Hanya tim satelit berduit aja yang bisa menggunakan motor spek pabrikan. Punya duit? Pakai motor pabrikan, dan peluang podium akan lebih besar! Gak punya duit? Silakan bersaing buat papan tengah aje yeeee…..

    MSMA (Motorcycle Sport Manufacturer’s Associations) memang memiliki suara dominan di gelaran MotoGP. MSMA beranggotakan pabrikan yang turun di balapan MotoGP seperti Honda, Yamaha, Ducati. Tentu saja banyak politik dan kepentingan yang bermain disini. Gak jarang peraturan di motoGP diubah untuk menguntungkan anggota MSMA. Dorna pun mau gak mau seperti kerbau yang dicucuk hidungnya…kalau gak nurutin pabrikan dan buntutnya pabrikan ngambek gak mau balapan terus siapa yang rugi? Dorna kan? MotoGP sepi, gak ada penonton…duit gak ngalir… So, menurutlah Dorna pada MSMA. Tapi angin berubah arah bro….

    Sejak 2008 krisis global mulai melanda perekonomian dunia, benteng penjualan motor-motor Jepang (terutama di Eropa) mulai runtuh. Jangankan membiayai balapan di motoGP, untuk bertahan hidup saja pabrikan Jepang harus putar otak lebih keras. Pabrikan seperti Yamaha mau gak mau harus memprioritaskan alokasi penggunaan sumber daya keuangan untuk hal-hal yang lebih efektif. Balapan sebagai sarana promosi yang efektif pun harus dipilah-pilih. MotoGP? Sangat prestisius…jangan sampai ditinggalkan. WSBK? Hmmmm….setelah dihitung-hitung lebih baik ditinggalkan sementara. Begitu pula dengan Suzuki. Pabrikan itu bahkan mengambil langkah yang lebih tragis…mundur (sementara) dari arena MotoGP. Pabrikan motor Jepang mulai mengambil manajemen SDM (Selamatkan Diri Masing-masing). Mereka gak mau ikut tenggelam di kapal promosi MotoGP, karena mereka harus menambal bolong-bolong di sisi lain yang terkena serangan krisis global. Ternyata, lobi-lobi dan aturan yang dibuat untuk menguntungkan MSMA justru menjadi bumerang bagi mereka ketika biaya balapan semakin meroket….dan siapa yang menyangka kalau akan ada badai krisis yang membuat mereka semakin terjepit dengan regulasi yang dulu mereka bikin sendiri! So…..CRT pun diperkenalkan…dengan berbagai cibiran yang dituai…

    CRT memang makhluk yang aneh. Dia memang sangat janggal kalau dibandingkan dengan motor berdarah prototipe murni yang selama ini dikenal di MotoGP. Kita (dan aku yakin semua penikmat balap) merasa asing dengan motor jalanan Superbike yang boleh digunakan di balap MotoGP tetapi menggunakan sasis prototipe. Tapi inilah salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk melepaskan diri dari cengkeraman pabrikan-pabrikan besar dunia. Serahkan kekuatan merata pada pihak-pihak yang kecil…gak cuma pihak yang besar aja. Contoh nyata….Tim Gresini tahun depan bakal turun dengan format hybrid. Alvaro Bautista bakal ngegas RC213V (spek pabrikan tapi dengan dukungan yang gak sama seperti dulu diberikan pada Simoncelli) dan CRT bermesin CBR. Gresini tau benar bagaimana duit dibutuhkan untuk bisa balapan dengan motor pabrikan. Dan bagaimana pula peluang motor RC213V KW2 untuk meraih kemenangan. Karena itu, Gresini lebih memilih menggunakan CRT yang lebih irit biaya. Asyiknya dimana….?

    Disini bro….Gresini bakal menggunakan sasis dari FTR, pabrikan pembuat sasis asal Inggris yang gosipnya juga ikut membantu membuat sasis alumunium Ducati. Gak cuma itu, kabarnya Gresini bakal menggandeng Ten Kate untuk ngoprek mesin CBR. Ten Kate tentu udah familiar dengan mesin CBR karena selama ini mereka turun di arena Superbike dengan motor itu. Yupppp…itulah menariknya CRT! Tim-tim dan pendukung balapan yang skalanya lebih kecil bisa ambil bagian dalam motoGP. Bahkan pabrikan seperti FTR yang sangat terspesialisasi dalam membuat sasis, dia bisa ikut ambil bagian di balapan MotoGP. Itulah harapan dari CRT sebagai balapan masa depan…semoga bisa terwujud walaupun harus terseok-seok di awal musim peralihan….😉

     

Comments


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: