Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 03:22:07 pm on December 6, 2011 | 5
    Tags: , , , ,


    Bro…apa kabar..? Moga baik-baik aja ya….Hehehe…sori bro…beberapa hari kemarin mesin artikel ngadat…jadi ngobrolmotor sempet macet. Tapi tenang…InsyaAllah sekarang mesin udah beres kok…😉 Ayo kita obrolin banyak hal lagi…mulai dari elektronik di motoGP. Lha…emang ada apa dengan elektronik..emang ada yang kesetrum ya…??? Hehehe..iya, Kevin Schwantz ‘kesetrum’ elektronik! Menurutnya, elektronik di motoGP sebaiknya dikurangi perannya di motoGP.

    Kevin Schwantz GP500

    Jaman gak pake Traction Control...

    Menurut Schwantz, dengan bantuan elektronik yang sangat besar, membuat balapan motoGP terasa lebih membosankan. Kurang adanya atraksi salip-salipan dituding buah dari elektronik yang membuat motor jadi jinak. Pengembangan elekronik yang masif memang membuat motor lebih mudah dikendalikan. Sebagai contoh adalah pengembangan traction control (TC). Namun, perkembangan yang sangat pesat itu bukan gak memiliki kekurangan. Schwantz berpendapat kalau sebagian besar pembalap lebih menyukai motor yang lebih ‘murni’ bisa dikendalikan melalui betotan tangan nya….gak ada campur tangan ‘otak’ lain yang berasal dari motor. Artinya, pembalap bisa merasakan motor dan memiliki kendali penuh atas tenaga motor yang dikeluarkan, arah motor serta putaran roda yang diperlukan! Namun, saat ini pembalap harus ngikutin keinginan pabrikan. Seperti yang pernah ane bahas, pengembangan elektronik sangat berguna bagi pabrikan. Balapan MotoGP adalah laboratorium bagi pabrikan. Melalui balapan itulah pabrikan bisa meracik elektronik yang pintar untuk motor produksi massal mereka. Tapi Kevin Schwantz gak cuma ngomong doang tanpa melihat situasi. Menurutnya, sebuah motor prototipe dengan tenaga mencapai 250dk pasti butuh bantuan elektronik agar motor aman untuk dikendalikan. Elektronik (termasuk dalam hal ini Traction Control) memang sudah menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Ada rider yang gak suka dengan TC (Vale salah satunya) dan ada juga rider yang menerima (atau cinta ya) dengan TC (Kangmas Stoner). Sooo….mungkin memang benar, terlalu banyak elektronik dan besarnya peran alat bantu untuk otak motor MotoGP bisa mengurangi atraksi yang mendebarkan di motoGP. Mungkin suatu saat memang perlu ada perubahan regulasi di MotoGP terkait dengan pengembangan dan penggunaan elektronik. Tapi satu hal yang perlu diingat, jangan sampe atas nama atraksi, keselamatan pembalap dikorbankan…mengingat tenaga motor MotoGP yang semakin menggila….

     

Comments

  • bapakeValen 3:26 pm on December 6, 2011 | # | Reply

    elektronik bikin pengendalian mudah, rider ibarat kaya main game..
    tapi risetnya butuh dana membengkak. pabrikan/tim2 kecil lama2 mundur..
    ibarat buah simalakama…

    • masTer Samidi O_O 3:32 pm on December 6, 2011 | # | Reply

      Betul! Dan kita lihat aja bagaimana pengaruh elektronik buat tim CRT tahun depan..sepertinya bakal jadi isu juga tuh…

  • win 7:26 pm on December 6, 2011 | # | Reply

    emang 27 suka tc ya?perasaan ga deh

    • masTer Samidi O_O 11:42 am on December 9, 2011 | # | Reply

      Hehehe….setelah ane ublek-ublek berita di internet ternyata itu memang ‘tuduhan’ bro…yang muncul karena pandangan elekronik berpengaruh besar terhadap keberhasilan CS 27…oke bro..makasih..ane edit yaaa… pissss🙂

  • Burges: Rossi Masih Kompetitif untuk Menang di MotoGP 2012 | Masih Hangat 7:08 am on December 12, 2011 | # | Reply

    […] Maaf…Kemaren Mesin Macet… Tapi Bukan Salah Elektronik Kok…. […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: