Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 05:31:49 pm on November 21, 2011 | 8
    Tags: , , , , ,


    Tahun 2013 direncanakan bakal ada regulasi baru di MotoGP. Regulasi yang katanya bertujuan untuk mengurangi biaya yang semakin membengkak untuk balapan di MotoGP. Sayangnya, rencana regulasi baru tersebut ternyata tidak dapat diterima oleh semua pihak. Baik dari pabrikan maupun pembalap. Yuuukkk…kita obrolin satu-per satu. Pertama adalah dari sisi pembalap, siapa aja yang mendukung regulasi tersebut dan siapa aja yang tidak setuju dengan regulasi tersebut. Casey Stoner adalah satu-satunya pembalap (saat ini) yang menentang keras pembatasan single ECU dan Rev limitter. Bagi dia, kalau hal itu diterapkan maka MotoGP bukan lagi menjadi balap motor prototipe. Menurut dia lagi, saat ini pun MotoGP sudah terlalu banyak pembatasan pengembangan teknologinya. Di lain pihak,Jorge Lorenzo dan Colin Edwards memilih untuk mendukung penerapan regulasi baru tersebut karena faktor keamanan. Bagi mereka, pembatasan yang dilakukan dapat meningkatkan keselamatan rider ketika balapan. Hohoho..dari pembalap aja udah ada perbedaan pandangan, bagaimana dari sudut pandang pabrikan dan mekanik?

    MotoGP Regulation, Single ECU

    Untuk saat ini, baru tiga pihak (secara personal) yang menyatakan menentang regulasi baru di tahun 2013. Pertama adalah Kouichi Tsuji (teknisi Yamaha), Jeremy Burgess dan Filippo Preziosi. Di sela-sela presentasi mesin Yamaha M1 di seri Valencia lalu, teknisi Yamaha menyatakan kalau dia akan menentang penerapan single ECU di motoGP. Bagi dia, penerapan tersebut mungkin dapat mengurangi biaya pengembangan terkait pada komponen elektronik tersebut, tetapi akan tetap meningkatkan biaya-biaya lain untuk meningkatkan performa motor secara keseluruhan. Lain halnya di mata Jeremy Burgess.

    Mekanik gaek asal Australia tersebut sangat meragukan penerapan single ECU. Dari sisi teknis saja dia sudah meragukannya. Menurutnya, bagaimana mungkin membuat suatu sistem elektronik yang bisa digunakan oleh semua mesin motoGP. Kita semua tahun Honda menggunakan mesin V4, Yamaha inline 4, Ducati L4, belum lagi mesin motor CRT yang bermacam-macam jenisnya. Dari kapasitas pun sudah beragam. Pastinya tiap mesin memiliki kebutuhan tertentu dan karakteristik elektronik yang berbeda-beda. Sedangkan apabila membandingkan dengan F1, menurut Burgess mesin di F1 lebih seragam. Semua tim F1 menggunakan mesin spesifikasi silinder 90 derajat, 4 katup per silinder, dengan kapasitas mesin yang sama dan bobot mesin yang sama pula (95kg). Yahhh…kurang lebih spek nya sama laahh…. Itu baru dari sisi teknis bro…

    Pandangan senada diucapkan oleh Filippo Preziosi. Bagi di, pembatasan putaran mesin dan single ECU tidaklah efektif dalam mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh peserta balap motoGP. Selain itu, pembatasan tersebut akan mengakibatkan pabrikan tidak dapat mengambil manfaat banyak dari riset yang dilakukan di MotoGP. Kenapa…? Karena ECU adalah salah satu komponen yang sangat bermanfaat dalam riset pengembangan motor, yang bisa diaplikasikan di motor produksi massal! Masbro semua tahu laah…ECU itu seperti komputer yang dapat mengendalikan bagaimana motor berperilaku, bagaimana respons motor terhadap tenaga yang dikeluarkan, bagaimana reaksi motor ketika berinteraksi dengan trek yang dilalui dan bagaimana-bagaimana sisi teknis yang lain. Nhaaa…apabila ECU bisa dikembangkan dengan baik di MotoGP, maka pabrikan pun dapat mengembangkan motor produksi massal yang berperilaku pintar ketika diajak tarik-tarikan….

    Selain itu, menurut Preziosi, pembatasan putaran mesin setinggi 1600RPM tidaklah efektif dalam mengurangi tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Kalau mau mengurangi tenaga ya batasilah sampai 14000RPM…weeew….! Apabila pembatasan hanya sampai 16000RPM, tujuan pembatasan tersebut agar mengurangi biaya tidak juga bisa tercapai. Mesin-mesin CRT akan susah mencapai putaran mesin tersebut. Justru mesin CRT harus melakukan riset lebih banyak lagi agar mencapai putaran mesin setinggi itu plus ketahanan mesin yang jossss…. Artinya apa? More research means more money to be spent! Modhaaarrr…..

    Manfaat ECU di Yamaha YZR M1

    Satu lagi yang sangat dikhawatirkan oleh Preziosi adalah ketika pabrikan tidak dapat mengambil manfaat dari riset yang dilakukan di MotoGP, maka pabrikan akan merasa percuma saja ikut balapan. Toh juga gak ada manfaatnya…gak ada transfer teknologi yang bisa dilakukan… Yahhhh…seperti pisau bermata dua. Dorna ingin menekan biaya yang dikeluarkan di MotoGP melalui pembatasan komponen. Sayangnya, komponen yang dibatasi tersebut justru komponen yang bermanfaat bagi pabrikan, komponen yang bisa diaplikasikan di motor massal! Menurut Preziosi, dia (Ducati) oke-oke aja dengan perubahan regulasi untuk menekan biaya, Cuma…sepertinya harus dibicarakan ulang dengan pihak pabrikan. Agar perubahan tersebut tidak merugikan pabrikan yang ikut balapan.

    Bagaimana dengan Honda:mrgreen: Honda masih diem-diem aja tuh..biasanya siiih…kalau diem berarti dia udah punya keyakinan kalau regulasi tersebut gak berpengaruh bagi dirinya! Mereka pede akan tetap kompetitif dengan pembatasan itu…. Itu penerawangan ane loooohh…. Cumaannn..ada satu hal yang sangat mengganjal bagi ane. Kenapa Dorna gak menyentuh teknologi girboks Honda? Teknologi yang sangat muahaaaalllll… Teknologi yang membuat pembalap harus rebutan dan mati-matian untuk mendapatkannya! Teknologi yang membuat banyak tim gak bisa kompetitif dan gak bisa membeli teknologi tersebut karena gak punya duit! Padahal jelas-jelas bos HRC pernah ngomong kalau teknologi girboks tersebut gak bisa diaplikasikan di motor jalanan! Waaaooooowwww….udah bikin mahal, gak bermanfaat bagi motor produksi masal lagi! Tapi kenapa gak tersentuh regulasi ya….hmmmmm🙄

     

Comments

  • Juman Joice 8:12 pm on November 21, 2011 | # | Reply

    menurut sy dorna percuma sja membahas gearboxnya honda. sbb harganya mahal dan ndak bs diaplikasikan ke merk lain/ produksi masal,ini berarti gearboxnya honda ndak bisa diterapkan di motogp untuk merk lain dan untuk motor-motor produksi masal. andaikata diterapkan jelas motogp cuma ada pemasok merk tunggal, yaitu honda. seperti moto2. lalu kemana merk lain akan berkiprah diajang balap? bikin kelas lagi? dari moto3,moto2,motogp, laluuuu….., motoyuyu, motowalang, motolele,….. ha ha ha ha ha…….

    • masTer Samidi O_O 4:26 pm on November 24, 2011 | # | Reply

      Girboks kayanya ga bisa diterapkan ke motor lain, yang ane bingungin kenapa produk semahal itu yang ikut menghalangi pembalap berprestasi kaya Dovi malah terbuang karena gak bisa nemuin tim yang mampu beli tu girboks. Artinya, girboks Honda kan salah satu yang bikin balapan tambah mahal….naaaa….itu, kenapa itu gak tersentuh…

  • win 11:35 am on November 22, 2011 | # | Reply

    artikel yg bagus master
    gimn klo dibikin aturan mengenai konfigurasi mesin ya?misal v ato inline?

    • masTer Samidi O_O 4:34 pm on November 24, 2011 | # | Reply

      Aturan konfigurasi mesin ya…? Kayanya pernah baca..coba ane cari dulu ya bro….

  • L 3:51 pm on November 22, 2011 | # | Reply

    bahasan girboxnya bikin penasaran masbro……. (^_^)b

  • vivie 1:53 pm on November 27, 2011 | # | Reply

    bisa jadi nih mas, beberapa tahun ke depan yg ikut motogp cuma 2 merek. honda dan ya..honda.hehehe


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: