Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 11:49:29 am on September 27, 2011 | 6
    Tags: , , , , , ,


    Halo bro…nerusin tulisan kemarin tentang Prisoner’s Dilemma…para pembalap motoGP juga menghadapi dilema ketika dituntut harus turun balap di negeri matahari terbit itu. Yuk kita mulai…Satu yang kita perlu ingat mengapa para pembalap seperti Rossi, Lorenzo dan Stoner (dulu) menolak balapan di Motegi: mereka takut akan bahaya radiasi yang dikhawatirkan masih ada. Plus, resiko yang ada kalau terjadi gempa lagi di Jepang. Memang sekarang reaktor Fukushima katanya aman..tapi apa jadinya kalau ada gempa lagi? Dan ingat gak ada yang bisa memprediksi munculnya gempa! Itu sebenernya ketakutan yang muncul di diri pembalap dan beberapa tim balap. Tapi…ketakutan itu dibenturkan dengan kepentingan pabrikan Jepang dan penyelenggara motoGP yang kepentingannya jaauuuuhhh lebih kuat!

    MotoGP Motegi..jadi, gak, jadi, gak, jadi, gak....jadi aja deeehhh :p

    Pabrikan Jepang (Honda, Yamaha dan Suzuki) ingin bangkit dan menunjukkan dukungannya ke tanah air mereka melalui balapan di Jepang. Terbuki dengan Honda yang bahkan menurunkan sampai 8 pembalapnya di Motegi. Begitu juga dengan Suzuki yang langsung tanpa babibu tetap ikut balapan Jepang walaupun ada isu pembalap gak mau ikut balapan. Sama aja dengan Yamaha yang mengonfirmasi Lorenzo dan Spies ikut balap, bukan pembalap yang bersangkutan yang permata mengonfirmasi keikutsertaan mereka! Sebenernya, para pembalap punya hak untuk gak ikut balap, tapi apa mau dikata…sama dengan prisoner’s dilemma, para pembalap menghadapi pilihan yang sulit dan dihadapkan oleh 4 kondisi:

    • KONDISI A: Semua pembalap akhirnya ikut balapan, mereka pun ‘mengorbankan’ daya tawar mereka sebagai para pembalap yang sebenernya memiliki kekuatan untuk menolak dan memilih apa yang dirasa terbaik bagi keselamatan mereka. Daya tawar yang dimiliki pembalap di hadapan tim balap dan panitia menjadi lemah! Kenapa daya tawar pembalap itu penting? Yah…yang paling mengetahui apa yang terjadi di lintasan balap adalah pembalap, bukan mekanik, bukan bos pemilik tim. Gak jarang ada isu-isu keselamatan kaya ban yang kurang mencengkeram, isu standar keselamatan sirkuit dan isu-isu lain berawal dari suara pembalap. Ketika pembalap memiliki daya tawar yang tinggi, kepentingan mereka di balapan pun semakin dipertimbangkan!
    • KONDISI B & C: Beberapa pembalap mutusin ikut dan beberapa gak ikut. Pembalap yang ikut bakal mendapat tambahan poin yang menguntungkan bagi posisi mereka di klasemen. Terutama bagi pembalap yang posisi di klasemen masih punya peluang gede seperti Lorenzo. Dia berpeluang mempersempit jarak kalau Stoner gak ikut balapan. Selain itu, pembalap yang ikut balap mereka bakal terlihat ‘sangat loyal’ pada pabrikannya. Yahhh..siapa tahu kesetiaan itu berguna di masa depan. Sedangkan bagi pembalap yang gak ikut balapan, terpaksa mereka dapet dua kerugian: kehilangan poin dan gak loyal ma pabrikan! Kerugian yang besaaaarrrr…..
    • KONDISI D: Semua pembalap sepakat gak mau balapan di Motegi! Mereka bisa menunjukkan posisi dan daya tawar mereka di hadapan pabrikan dan penyelenggara motoGP! Hukumannya apa…yah…tiap tim mengalami kerugian karena pembalap mereka mogok! Panitia pun sama aja..mereka harus menanggung semua kerugian yang muncul akibat dibatalkannya suatu balapan.

    Yahhhh…dari semua kemungkinan kondisi yang (dulu) bisa terjadi, toh akhirnya pabrikan lah yang ‘menang’ dibanding suara para pembalap. Honda punya daya tawar paling tinggi karena Motegi adalah home race mereka, gak peduli Stoner lagi mimpin klasemen betapapun, dia harus turun di Motegi! Begitu juga dengan Yamaha, pengototan mereka turun di Motegi terbantu dengan kepentingan pribadi Hoheho yang masih berpeluang mengejar Stoner (walaupun peluang itu mulai menyempit). Ducati? Walaupun mereka bukan pabrikan Jepang dan punya hak untuk gak ikut, toh akhirnya Rossi turun juga di Motegi. Mereka gak nyari kemenangan di sirkuit itu…tapi masih mencari data-data yang sangat penting untuk pengembangan motor mereka!

    Penjelasan Prisoner's Dilemma lagi bro....

    Yahh…pada akhirnya, tiap pembalap punya kepentingan pribadi, tiap tim juga memiliki kepentingannya masing-masing. Kepentingan-kepentingan itulah yang akhirnya mengerucut pada keputusan semua tim balap turun di Motegi. Dengan ‘mengorbankan’ kekuatan dan daya tawar para pembalap. Itu harga yang harus dibayar sama para pembalap…..

    Monggo, semoga bermanfaat..kalo ada nyang bundet n bingung mari kita obrolin😉

    *Kalo tentang data-data keamanan radiasi siiih…itu memang sudah seharusnya ada bro, kewajiban penyelenggara memastikan keamanan. Yang ane bicarain disini adalah dilema dan pilihan-pilihan yang muncul dan yang akhirnya mengerucut pada suatu keputusan….keputusan yang ‘menguntungkan’ bagi satu pihak dan ‘merugikan’ bagi pihal yang lain.

     

     

Comments

  • asmarantaka 11:54 am on September 27, 2011 | # | Reply

    ohhh..ngono to😀

  • Mercon C Part 3 4:19 pm on September 27, 2011 | # | Reply

    baru ngeh

  • uungferi 8:56 am on September 28, 2011 | # | Reply

    ohhh gitu to,…

  • win 11:31 am on September 28, 2011 | # | Reply

    nanti balapannya pake masker dulu baru pake helm

    • masTer Samidi O_O 8:19 am on September 30, 2011 | # | Reply

      Wakakaka…jangan2 di pinggir jalan menuju motegi banyak pedagang kaki lima jualan masker (emang Indonesia! :p)

  • win 11:32 am on September 28, 2011 | # | Reply

    nanti sembalapnya pake masker dulu baru pake helm


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: