Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 11:12:40 am on July 12, 2011 | 15
    Tags: , , , , ,


    Selamat hari Selasa, masbro…sori kemarin absen sehari…biasa, jadi pembokat tetangga sebelah, cuciannya banyak…:mrgreen: Hari ini kita bakal ngobrolin tentang sasis aja…yuukk…mariii… Obrolan sasis memang jadi hangat di MotoGP tahun ajaran 2011 ini. Sejak jaman GP500, dengan Max Biaggi sebagai pembalapnya, Yamaha memang selalu unggul di sasisnya. Saat itu, gak jarang Yamaha menang dari Honda di sirkuit yang membutuhkan kelenturan sasis. Seperti halnya Honda, Yamaha menggunakan sasis dengan bahan alumunium. Tidak seperti Ducati yang menggunakan serat karbon. Banyak pendapat dan komentar di dunia maya yang bilang kalau kenapa sih Ducati gak menggunakan material alumunium aja kaya Yamaha? Apa sih perbedaan material karbon dan alumunium? Masao Furusawa, bapak M1 pernah menjelaskannya bro..Mungkin masbro pernah membacanya, tapi gak salah juga kalau ane nulis kembali…seru soalnya, banyak pengetahuan juga.

    Belulang...per kilo nya berapaan ya...?

    Masao Furusawa gak pernah mempertimbangkan menggunakan material karbon, terutama untuk bagian lengan ayun. Menurut dia, serat karbon memang sangat bagus dalam menjaga kekakuan sasis dan motor, selain itu material itu juga sangat ringan. Tapi, ketika motor balap (motoGP) menghabisi tikungan dan rebah sampai lebih dari 45 derajat, motor membutuhkan kelenturan (fleksibilitas) sasis. Karena pada saat itu suspensi motor bakal berkurang perannya. Naaa…apabila menggunakan material karbon untuk sasis atow swingarm, maka fleksibilitas yang dibutuhkan saat menikung akan sulit didapat karena serat karbon lebih kaku daripada alumunium. Karena itulah, menurut Furusawa, serat karbon sangat cocok digunakan sebagai sasis F1, tapi kurang cocok digunakan pada motor.

    Lalu, bagaimana mekanik dan desainer motor motoGP bisa menemukan keseimbangan antara kelenturan dan kekakuan sasis? Mekanik tentunya melakukan berbagai analisis dan simulasi, tapi seringkali hal itu membutuhkan waktu yang lama. Tidak mudah melakukan riset menemukan keseimbangan itu. Kunci dalam menemukan proporsi yang pas antara ke-kakuan dan fleksibilitas adalah adanya perubahan kekakuan yang halus (smooth) dari bagian depan motor (front end) sampai bagian belakang motor (rear end).

    Nhaa..itu bro, sekelumit pelajaran kekakuan sasis dari Masao Furusawa. Pabrikan sekelas Yamaha yang masih menggunakan bahan konvensional masih harus susah payah menemukan racikan yang pas untuk sasisnya. Ducati? Wohoho…mereka memang sedang mengalami tantangan terbesar selama mereka hidup di dunia motoGP. Kenapa? Pertama, mereka menggunakan sasis karbon, yang karakteristiknya lebih kaku dibandingkan sasis alumunium. Kedua, sasis mereka adalah satu kesatuan dengan mesin, artinya ketika mereka membutuhkan sasis yang lebih baik, maka mereka juga harus mengubah mesin motornya. Kayanya inilah yang dimaksud perkataan Vale beberapa waktu kemarin. Di Ducati, Vale dan tim nya melakukan satu hal, padahal kalau di Yamaha satu hal tersebut adalah tiga hal sekaligus. Ducati harus menyelesaikan permasalahan sasis yang gak pas juga, padahal masalah sasis bakal bawa masalah ke mesin dan performa motor…kompleksss… Tantangan ketiga yang dihadapi Ducati adalah pembalap utama dan tim yang dibawanya selama ini terbiasa dengan sasis ala motor Jepang. Sejauh ini, yang sudah dilakukan Ducati adalah mengubah lengan ayun GP11 agar bagian rear end lebih mudah dikendalikan, mengubah mesin dengan crankshaft yang lebih berat bobotnya, serta menggunakan flexi package untuk sasis sektor depan motor. Tapi sepertinya tiga obat itu belum cukup….

    Demikian masbro, sedikit pelajaran tentang sasis karbon dan alumunium…semoga bermanfaat….

     

Comments

  • asmarantaka 11:17 am on July 12, 2011 | # | Reply

    setau ane dlu sasis karbon pernah dipakai team Cagiva saat masih ikut GP..tapi gagal total…lah kok DUcati masih kekeuh yak??..apa jangan2 pengen jadi pendobrak tradisi??..mbuhlah:mrgreen:

  • daris 2:50 pm on July 12, 2011 | # | Reply

    apakah nanti ducati pake rangka tralis lagi atau pake deltabox:mrgreen:

  • Mercon C Part 3 5:36 pm on July 12, 2011 | # | Reply

    ruwet ya, mending niru motor jepang aja sekalian, gak papa kok

  • ♫♪♫♪ 7:39 pm on July 12, 2011 | # | Reply

    yah begitulah klo keras kepala

  • Valentino Rossi Punya Kenangan Manis di MotoGP Jerman | Masih Hangat 9:29 pm on July 12, 2011 | # | Reply

    […] Sepertinya Ducati Harus Belajar dari Masao Furusawa, the Godfather of M1 […]

  • arc 2:51 am on July 13, 2011 | # | Reply

    Dipake stoner saja juara dunia kok..

    • preziosi 11:55 am on July 13, 2011 | # | Reply

      itu dulu bro..
      padahal, overall time rossi-ducati tiap race lebih cepet dari overall time stoner saat pake ducati dlu
      berarti rossi lebih cepet drpd stoner dg motor yg sama.
      masalahnya honda progressnya luar biasa taun ini, jd ducati-rossi ttp sj trtinggal

    • totem 7:17 am on July 18, 2011 | # | Reply

      ketika itu ducati sudah riset 800cc duluan sedangkan yg lain masih baru memulai. terbukti musim berikutnya ducati “tercecer” ditambah stoner tidak bisa mengembangkan motor akibatnya seperti “jalan ditempat”

  • rossifumi 7:55 am on July 13, 2011 | # | Reply

    susah ya develop ducati

  • Anu 4:18 pm on July 13, 2011 | # | Reply

    Maksudnya fleksibilitas sasis saat nikung itu fleksibilitas arah mananya, ya, Mas? dan menurut siapa / pengujian mana memang diperlukan fleksibilitas sasis di arah situ untuk nikung?
    Eh.. “sasis” yang dimaksud memang hanya lengan ayunnya saja, ya? kalau sasis utama perlu gak, Mas Bro?

    Thanx lo ilmunya🙂

    • masTer Samidi O_O 6:58 pm on July 14, 2011 | # | Reply

      Sasis secara keseluruhan bro, gak cuma lengan ayun aja…😉 karena seluruh material sasis bakal jadi satu kesatuan menopang motor dan mempengaruhi karakteristik motor dalam dikendarai. Cumaa…dalam kasus ini swingarm memang munya andil besar, karena swingarm paling menahan gaya motor ketika meliuk-liuk di sirkuit (CMIIW). Diperlukan fleksibilitas ketika menikung? SUmber dari Masao Furusawa bro, dikutip dari crash.net, bliau adalah otak dari M1, bahu membahu bersama Rossi membangun M1 selama ini. Kenapa fleksibilitas diperlukan? Analogi paling gampang dan ekstrem mungkin motor rigid (tanpa peredam kejut) motor itu gak bisa nahan gaya terlalu besar ketika menikung dan kurang begitu stabil ketika menikung dalam kecepatan tinggi. Karena itu, dibutuhkan sokbreaker yang menahan gaya sentrifugal motor ketika menikung. Nhaa..dalam dunia motor prototipe motoGP yang butuh presisi tinggi dalam setiap komponennya, perbedaan kemampuan material sasis dalam menciptakan motor yang enak dikendarai akan menghasilkan perbedaan dalam kemampuan motor secara keseluruhan. Kata mbah Masao, ketika menikung, motor motoGP juga bergantung pada sasis yang memiliki fleksibilitas dalam menahan gaya yang dihasilkan motor ketika menikung. Itulah kenapa sasis alumunium yang masih memiliki sifat kelenturan dipakai Masao dalam mengembangkan M1. Gitu bro…semoga jelas…kalau kurang jangan sungkan untuk bertanya, semoga ane bisa membantu cari jawabannya..😉

  • - Berita Hangat 6:37 pm on July 14, 2011 | # | Reply

    […] Sepertinya Ducati Harus Belajar dari Masao Furusawa, the Godfather of M1 […]

  • Sepertinya Ducati Harus Belajar dari Masao Furusawa, the Godfather of M1 | Just For Fun 11:00 pm on July 17, 2011 | # | Reply

    […] from >> LINK This entry was posted in semuanya ada disini. Bookmark the permalink. ← Rossi Bersiap […]

  • Musim terburuk Rossi | RezaMJL 8:29 pm on October 31, 2011 | # | Reply

    […] lebih cocok digunakan untuk balap mobil ketimbang balap motor.Setidaknya itulah penjelasan dari Masao Furusawa,mantan direktur teknik tim pabrikan […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: