Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 04:21:18 pm on May 9, 2011 | 3
    Tags: , , , , ,


    Nerusin artikel satu dan dua tentang balap internasional, industri motor nasional dan pengembangan pembalap nasional bro.. Ane bilang ada hal yang lebih ironis dari balap bebek yang selama ini jadi ujung tombak pengembangan balap nasional. HAL YANG PALING IRONIS ADALAH….jreng..jreng…silakan baca lebih lanjut bro…

    Yooo...ni motor tenaga nya ngelebihin GP 12 lo brooo...wkwkwkwkwk...

    Disaat pabrikan dunia berlomba mengembangkan motor 250cc ATPM Indonesia malah berlomba jualan skuter dan skuter juga dijadiin motor balap. Gimana bisa hal itu mendukung pengembangan pembalap  di Indonesia. ATPM Indonesia hanya mementingkan untung. Mana yang bisa ndatengin duit, itulah yang dipilih. Kalau balap bebek dan skuter bisa jadi sarana promosi biar jualan mereka tambah laku, ya balap itulah yang didukung! Pembalap gak bisa adaptasi dengan motor sport cc gede? “Masa bodoh!”, mungkin itu pikiran bakul motor di Indonesia. Buat mereka, kalo mengembangkan balap 250cc gak menguntungkan buat jualan mereka, YA GA USAH IKUT-IKUTAN….

    Yang rugi siapa bro…masyarakat? Engga..karena masyarakat dimanjakan dengan perilaku ATPM yang ngikutin selera mereka. Masyarakat suka balap bebek? Ada! Suka balap skuter? Ada! Masyarakat seneng…SELESAI MASALAH. Yang dirugikan adalah kita Bangsa Indonesia gak bisa punya kebanggaan pembalap kita berprestasi di level Internasional, apalagi level motoGP (moto2 atow kedepannya moto3 juga). Padahal ane yakin seyakin yakinnya…pembalap Indonesia banyak yang gak kalah berbakat ma pembalap luar! Karena salah jenjang balap aja jadi bakat mereka gak terasah!

    Ironi lain adalah, kapasitas 250 cc masih dalam kapasitas yang diperbolehin dijual sebagai motor massal di Indonesia. Artinya,gak ada alasan kaya kapasitas 600cc yang selalu terkendala motor itu gak dipasarin di Indonesia..biaya membengkak..bla..bla..bla..gak ada alasan semacam itu lagi. Selain itu, mesin jenis seperempat liter itu ada di semua belahan dunia. Kalau mau serius mengembangkan balap 250 cc serta pengembangan pembalap Indonesia, ATPM Indonesia pasti punya akses dalam hal teknis ke level pabrikan pusat (di Jepang misalnya). Masa negera dengan penyumbang penjualan tertinggi gak bisa punya akses langsung ke pabrikan pusat…Tinggal kemauan dan itikad ATPM aja…!

    Alasan lain yang mungkin dikeluarin ATPM buat mengelak pengembangan balap nasional adalah soal sirkuit. Kita semua tau..motor sport apalagi dengan kapasitas mesin yang gede butuh sirkuit yang beda dibandingkan dengan sirkut bebek yang gak permanen (pasar senggol malah). Artinya butuh sirkuit permanen yang gede dan representatif buat ngedukung balap 250cc. Menurut ane, kalau mau ATPM-ATPM di Indonesia bisa kok bikin sirkuit!!!! Bisa saja Biaya Bikin Sirkuit cuma beberapa persen dari biaya pemasaran ATPM tiap tahun nya! Lihat aja data di bawah bro..data itu adalah data biaya belanja iklan tiga ATPM besar di Indonesia di bulan Januari-Maret 2011. Data diambil dari sini, yang sumbernya dari The Nielsen Company (Nielsen) yang dipublikasikan Selasa (3/5/2011). Lihat aja..ratusan milyar dihabiskan untuk biaya iklan hanya selama tiga bulan!

    Data biaya belanja iklan Januari-Maret 2011 bro...

    Ada data lain tentang pembangunan sirkuit bro..ane nemu biaya pembangunan sirkuit Skyland di Sekayu Banyuasin tahun 2004/2005 adalah

    Data audit dari BPK...kalau ane salah..mohon koreksinya🙂

    Data ane ambil dari http://www.bpk.go.id/doc/hapsem/2005ii/apbd/071.pdf

    Terkait data pembuatan sirkuit ini, ane minta bantuan masbro kalau data ini salah. Soalnya ane cari kemana1 tentang data pembangunan sirkuit sangat susah. Cuma data dari BPK aja yang ane bisa dapetin. Tapi..dilihat dari data itu, kita bisa tahu perbandingannya bro… Biaya iklan ATPM mencapai ratusan milyar rupiah hanya untuk tiga bulan saja. Belum lagi biaya ngiklan di motoGP yang ane yakin menghabiskan biaya puluhan milyar. Gak mungkin ATPM gak mampu buat mbangun sirkuit di Indonesia!

    Tapi apa yang terjadi..ATPM Indonesia lebih milih nempelin tag line mereka di motor motoGP… Biaya milyaran rupiah buat pemasaran itu bisa dialihkan ke pembuatan sirkuit. Tapi ya ane sangat pesimis..hampir gak mungkin…ATPM masih mentingin image merek mereka lewat pemasaran dan stiker di motoGP, dibandingkan ikut mendukung agar Indonesia punya pembalap di kelas Internasional. Dan hal itu diperparah dengan masyarakat Indonesia yang masih suka image yang keren…  “Waaaahh…Indonesia ikut nyeponsorin tim motoGP!”, Padahal duit yang buat nyeponsorin ya dari masyarakat Indonesia juga yang beli motor ATPM!

    Sudah saatnya ATPM ngasih sesuatu buat pengembangan pembalap di Indonesia..Bukan Cuma manfaatin hasil jualan cuma buat stiker di motor motoGP! Bukan cuma ngasih image merek aja lewat stiker itu. Bukan cuma ikut balap yang gak ada jenjang nya ke balap Internasional. Tapi ikut berkontribusi buat bakat-bakat emas yang bisa bicara di tingkat Internasional! Buat ATPM, “Kembalikan sebagian dari keuntungan yang telah kami berikan kepadamu, dalam bentuk dukungan dan pengembangan balap yang memang sejalan dengan balap level dunia!”

     

Comments

  • Mercon C FireBlade Rider 7:08 pm on May 9, 2011 | # | Reply

    Pertamax makin mahal:mrgreen:
    wedehh,,, artikel yang sangat bagus banget bro,,, konon katanya malah biaya nyeponsorin tagline ke motogp sama dengan biaya untuk musim moto2 selama semusim,,, wedehhh,,,
    ATPM sini memang cuma mentingin untung ama naro gengsi doank,,, dengan memerah gengsi orang indonesia yang harusnya berlaga diluar sana,,,
    *mau folow up😀

  • tiyo 2010 1:51 am on May 11, 2011 | # | Reply

    Setubuh…eh…setuju 200% mas bro…..udah ga bisa komen lagi dah…semua uneg2 tentang balap dah terwakili oleh 3 artikel sampean ini…ayo ATPM pemasang merk stiker di MotoGP dari Indonesia ( AHM dan YMKI ) …mana suaramu? kapan kalian mo bener2 serius mengantr anak negeri ke pentas balap dunia…..jangan hanya lip service aja…….apa perlu kita bikin koin amal buat bikin sirkuit permanen di mari………

  • Berdasarkan Strategi Pasar Global, Suatu Saat Bebek (Memang) Bisa Punah « ngobrolmotor 10:36 pm on November 24, 2011 | # | Reply

    […] Dan untuk pengembangan balap, kondisi itu pun lebih baik (tulisan terkait ada di sini, sini dan sini)…. Share this:EmailDiggPrintLike this:SukaBe the first to like this […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: