Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 03:32:12 pm on May 8, 2011 | 4
    Tags: , , , , ,


    Jumpa lagi bro…:mrgreen: Nerusin artikel sebelumnya tentang pentas balap motor dunia yang saling bergantung dengan pabrikan peserta balap motor itu. Ane tertarik menganalisis hal itu dan mencoba melihat apa yang terjadi di dunia balap nasional. Langsung aja bro..kalau di motoGP atau balap internasional penjenjangan karis dan pembinaan nya jelas..gimana kondisi di Indonesia:mrgreen: ? Waduh..sulit dikatakan dengan kata-kata..hehehe..lihat aja diagram pengembangan pembalap di Indonesia secara umum yang berusaha ane bikin..

    Jenjang balap nasional ?

    Kelas balap yang ada di Indonesia sama sekali gak bersahabat dengan pengembangan balap buat pentas dunia kaya di artikel pertama. Kelas Motoprix ataupun Indoprix masih mengandalkan kelas bebek sebagai kelas utamanya. Selanjutnya..ada supersport 600cc nasional dan ARRC Asia. Padahal udah rahasia umum dari tahun 90-an kalau bebek bukanlah kelas yang baik buat mendidik pembalap yang mau balap di kelas 600cc Supersport! Udah banyak contohnya..kampiun balap roadrace bebek gak berprestasi bagus di Supersport, terutama di level Asia.. Okelah…siapa yang meragukan talenta Hendriansyah..rajanya balap road race di tahun 90an atau Doni Tata di tahun 2000an.. Mereka adalah pembalap dengan talenta diatas rata-rata..tapi gak bisa berprestasi banyak di Supersport..Kenapa? Banyak yang menduga karena jenjang pengembangan balap mereka yang salah, mereka naik kelas dari 110cc/115 cc ke 600cc. Beda banget cara bawa motor nya broo… Jangankan yang 115cc ke 600cc, lha wong Rossi dan kawan-kawan di motoGP dari 1000cc berubah ke 800cc aja cara bawa motornya beda!

    sumber :flickr.com/photos/nanalil/

    Tapi itu belum apa-apa bro..masih ada yang mengkhawatirkan! Yaitu perkembangan skuter di Indonesia. Kelas skuter dengan transmisi otomatis itu punya cara bawa yang sama sekali beda dengan cara bawa motor bebek, sport apalagi sport cc gede. Kalau menurut ane sih skuter ada di spesies yang sama sekali berbeda. Jangan sampai kelas skuter ini masuk di pengembangan pembalap di Indonesia! Kenapa ane bilang begitu?

    Karena di Indonesia, pengembangan balap masih disetir sama pabrikan, sama ATPM. Dan ATPM disetir sama selera pasar. Kita lihat data aja bro.. Dulu pasar beber adalah pasar terbesar di Indonesia. Hasilnya apa? Yang dijadiin motor buat balapan adalah motor bebek. Akibatnya? Gak ada pembalap indonesia yang dicara banyak di kelas internasional, kecuali bebek internasional. Karena di Internasional yang dilombain adalah motorsport dengan kapasitas gede kaya yang ane bilang sebelumnya. Bebek udah terbukti gak mendidik buat prestasi dan karir balap di level dunia, tapi tetap jadi pentas utama di Indonesia karena bebek laku besar di Indonesia!

    Sekarang? Yang paling laku adalah motor skuter dengan trasnmisi otomatis, yang pasarnya udah mencapai lebih dari 50% pasar motor nasional. So….pabrikan dan ATPM di Indonesia bakal sangat memperhatikan jenis motor itu. Kalo sampai balap bebek tetep dipertahankan dan bahkan balap skuter semakin berkembang, jangan harap Indonesia punya pembalap motoGP yang bagus di masa depan! Arah pengembangan nya beda jauhhh……gak mungkin bisa ketemu ma arah pengembangan di motoGP. Tapi masih ada yang lebih parah dan ironis bro!

     

Comments


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: