Desain Modifikasi Motor Terbaik: www.otodesain.net

  • 02:08:04 pm on May 7, 2011 | 9
    Tags: , , , , ,


    Halo masbro..selamat hari sabtu..buat yang lagi libur kerja, selamat libur..melepaskan diri sejenak dari kantor:mrgreen: Buat yang lagi nyiap in pentas balapan bebek entah di wilayah mana di Indonesia..selamat berbalap.. Hari Sabtu Minggu identik dengan pentas balap bro..hari yang ditunggu-tunggu sama penikmat kecepatan. Ngomongin kecepatan, Master Samidi tadi pagi dapet wangsit..sambil nyeruput kopi, terlintas tentang pentas balap dunia, industri sepeda motor n mau kemana sih pembalap nasional kita…? Tulisan ini cukup panjang broo..jadi ane muat dalam tiga artikel berturut turut…

    Dua alam yang berbeda...

    Gini bro…di pentas balap, dari balap lokal ampe balap dunia pasti tergantung sama industri sepeda motor. Penyelenggara balap tergantung sama pabrikan motor yang ikut balap di perlombaan yang mereka bikin. Misal, dalam beberapa hal, kebijakan-kebijakan FIM tergantung sama Honda, Yamaha, Suzuki, Ducati ataupun pabrikan lain yang pentas di balapan. Contoh paling gampang adalah perubahan kapasitas mesin motoGP ke 1000cc di tahun 2012 bertujuan agar lebih banyak pabrikan yang bisa main di motoGP, ga sepi kaya sekarang. Semakin rame, semakin banyak penonton, banyak iklan..banyak pula duit yang ngalir ke pentas itu. Tapi, ketergantungan itu tentu saja sangat proporsional dan tetap menjunjung sportivitas olahraga bro. Di lain pihak, pabrikan juga bergantung pada pentas balap dunia itu. Dengan ikut balap, mereka bisa mentransfer teknologi balap ke motor produksi massal mereka. Selain itu, balap merupakan media yang sangat efektif biar motornya laku. Tau sendiri kan..ada istilah “Win on Sunday, Sell on Monday!” Semakin kompetitif suatu pabrikan, semakin laku jualan motor mereka di pasaran.

    Karena simbiosis mutualisme itulah kebijakan-kebijakan balap harus sejalan sama strategi pengembangan motor yang dimiliki pabrikan. Begitu juga sebaliknya, pengembangan motor massal pabrikan harus sejalan dengan riset yang dilakukan di balap sebagai efisiensi biaya riset dan pengembangan. Itulah alasan kenapa balap GP 2 tak berubah jadi balap GP 4 tak. Selain dianggap pengembangan motor 500cc 2 tak udah sampai di titik jenuh, pabrikan motor dunia dituntut sama organisasi dunia untuk memproduksi motor yang lebih ramah lingkungan. Motor 2 tak yang dicap ga ramah lingkungan diganti dengan motor 4 tak. Oleh karena itulah di tahun 2002 motoGP muncul. Motor 1000cc buat motoGP dianggap menguntungkan buat pabrikan karena semua pabrikan yang main di motoGP punya produk 1000cc, so..transfer teknologi pun dapat dengan mudah dilakukan.

    4 tak dinilai lebih ramah lingkungan...

    Alasan yang sama mendasari perubahan GP 250 2 tak ke Moto2 600cc 4 tak. Hampir semua pabrikan punya motor dengan kapasitas 600cc 4 tak. Dan hampir gak ada yang punya motor 2 tak kapasitas 250 cc yang dijual buat umum. Artinya apa..?hal itu gak menguntungkan bagi pabrikan..mereka ngeluarin biaya riset gede-gedean di balap 250cc tapi gak ada yang bisa diaplikasiin di motor produksi massal mereka! Kalo hal itu dibiarin terus, bisa-bisa GP 250 sepi peminat atow bahan gak ada yang mau balap di kelas itu. Jadi solusinya adalah bikin kelas balap dengan kapasitas mesin yang bersahabat dengan pabrikan..dengan tenaga yang gak jauh ma 250cc 2 tak…600 cc 4 tak adalah solusinya. Pabrikan untung, penyelenggara balap pun untung karena peminat kelas moto2 membludak..sponsor pun banjir pengen masuk di kelas itu!

    Sekarang kelas 125cc..mungkin masih ada beberapa pabrikan yang bikin mesin 125cc 2 tak, tapi sangat sedikit. Mesin itu gak menguntungkan bagi pabrikan..mereka terikat dengan standar polusi yang dihasilkan. Semakin menekan polusi, semakin kecil tenaga yang dikeluarkan. Solusi nya apa..? Bikin motor 4 tak dengan kapasitas mesin 2 kali lebih besar agar tenaganya mirip! 250cc 4 tak jawabannya. Apalagi motor 250cc adalah motor kelas pemula buat bikers Eropa, Amerika dan Australia. Motor dengan kapasitas 250cc adalah pasar dengan kue yang sangat besar yang diincar oleh semua pabrikan motor dunia. Biar sama-sama untung kaya di Moto2, GP125 diganti dengan 250cc 4 tak. Lebih ramah kantong buat pabrikan..dan juga lebih ramah buat pengembangan motor massal. Itulah alasan kenapa motor 250cc 4 tak sedang naik daun baik di Amerika, Eropa ataupun Asia. Karena itulah pasar masa depan pabrikan motor.

    Tingkatan kelas itu bisa digambarin di gambar di bawah bro..

    Simbiosis mutualisme balap dunia dan pabrikan motor

    Di gambar itu kelihatan..pembalap bisa naik kelas sesuai dengan kapasitas mesin motor yang mereka naiki. Dan tiap kapasitas punya karakteristik yang beda-beda..punya karakteristik tenaga yang beda-beda. Cara bawa motornya pun beda. Tapi…tingkatan itu udah dibikin biar pembalap yang naik kelas gak kesulitan buat adaptasi di kelas yang baru. So..bakat mereka tetep terasah bro! Pentas balap pun jadi seru!

    Ngelihat gambar kelas balap dunia itu, ane sangat pesimis GAK BAKAL ADA PEMBALAP INDONESIA YANG BISA TURUN DAN BERPRESTASI DI KELAS MOTOGP, MOTO2, bahkan MOTO3! Kenapa? Apa hubungannya dengan industri motor di Indonesia dan dengan laris manis nya SKUTER di Indonesia?

    Temuin jawabannya di artikel dua dan tiga yang bakal ane posting entar malem dan besok minggu bro! Sooo..kunjungi lagi ngobrolmotor…Silakan didiskusikan atau dikomentari kalau sependapat n gak sependapat..monggo bro..salam oli samping 2 tak !!! Ciao…

     

Comments

  • Mercon C FireBlade Rider 8:06 pm on May 7, 2011 | # | Reply

    like this, jujur, baru tau kalo moto2 ituh 600 cc, berapa silinder ya?

    • masTer Samidi O_O 9:55 am on May 8, 2011 | # | Reply

      4 silinder 600cc bro…semua mesin moto2 disupply sama Honda. Katanya sih basis nya CBR 600RR tapi dengan perubahan yg besar disana-sini..biar gak sama ma yang dipake di supersport. Di awal penawaran supply mesin, yang ndaftar jadi supplier mesin adalah Honda dan Yamaha…Tapi Honda yang kepilih..entah karena Honda memiliki sumberdaya yang diangap lebih mampu memproduksi dengan spek lebih bagus n jumlah yang besar atow (kata orang) karena lobi-lobi Honda…:mrgreen:

      Itu contoh salah satu simbiosis mutualisme penyelenggara balap ma pabrikan bro…. Penyelenggara pengin motor yang murah biar banyak tim bisa ikut balapan (karena 250cc udah gak menguntungkan dan mahal banget biaya balapnya) so, butuh pabrikan yang bisa memproduksi mesin buat nggantiin 250cc. Di lain pihak, Honda sangat sangat sangat diuntungkan dengan jadi supplier mesin moto2, karena Honda bisa ngaplikasiin beberapa teknologi mesin (dengan batas-batas khusus tentunya) ke CBR 600.

      Terus gimana dong dengan pabrikan lain? Yamaha, Kawasaki, Suzuki…mereka semua juga memproduksi motor 600cc kan…? Iya…ya mau gimana lagi..mereka gak bisa menuhin syarat2 sebagai supplier mesin. Bisa jadi mereka gak punya sumber daya duit atow riset buat ngembangin mesin dengan spek yang diminta. Ya sekarang mereka masih gigit jari dulu… Kecuali di tahun-tahun depan Honda udah gak jadi supplier mesin tunggal…pabrikan lain bisa ikut turun…dan itu sih mungkin aja terjadi menurut ane…

      • Mercon C FireBlade Rider 6:56 pm on May 9, 2011 | # | Reply

        oohh,,, gitu toh, makanya,,, saya memang suka Honda, tapi benci banget ama AHM,,, AHM pun nyalahin pemerintah yang terlalu ngebebanin moge diatas 250 cc,,,😦

  • tiyo 2010 10:23 pm on May 7, 2011 | # | Reply

    para pembalap kita banyak nyang gagal di pentas dunia karena mereka punya “bad habit” yaitu ketika sukses dikelas bebek kuwek – kuwek mereka terlalu lama dan terlena dengan kesuksesan dikelas nyang tidak ada penjenjangan di level dunia, dan ketika mereka mencoba naik kelas kemotor sport yg notabene beda secara karakter, riding style, dsb dengan motor bebek, mereka kaget dan tidak bisa beradaptasi secara cepat dan maksimal dengan motor sport tadi nah…solisinya gimana supaya ada pembalap kita nyang bisa “bicara” dikancah balap internasional?, caranya gampang aja……kurangi balap bebek kuwek – kuwek, perbanyak balap sport 250 cc dan buat penjenjangan maksimal untuk masing masing kelas terutama kelas bebek….mungkin kalo Jeremy Burgess liat balap bebek yang marak disini mungkin dia mengelus dada dan berfikir…..oh my God, .bebek kok buat balapan…bebek kan harusnya buat belanja ke pasar, wkwkwkwk…..cmiiw..

    • masTer Samidi O_O 3:35 pm on May 8, 2011 | # | Reply

      Betul bro..setuju 115% wkwkwkwk…kaya cc motor wekwek aja..itulah bro…gak mendidik bakat balap yang dimiliki para pembalap tapi tetep dilanjutin..kelakuan ATPM dan penyelenggara balap motor di Indonesia tu bro…👿 lanjutan obrolan ttg balap motor di Indonesia ada di seri 2 n 3 tulisan ini bro…:mrgreen:

  • Yuk Ngobrolin Pentas Balap Dunia, Pembalap Nasional dan Tanggung Jawab ATPM di Indonesia ! (SERI 2) « ngobrolmotor 3:32 pm on May 8, 2011 | # | Reply

    […] Art & Design ← Yuk Ngobrolin Pentas Balap Dunia, Pembalap Nasional dan Tanggung Jawab ATPM di Indonesia ! (S… […]

  • Yuk Ngobrolin Pentas Balap Dunia, Pembalap Nasional dan Tanggung Jawab ATPM di Indonesia ! (SERI 3, TAMAT) | ngobrolmotor 4:21 pm on May 9, 2011 | # | Reply

    […] artikel satu dan dua tentang balap internasional, industri motor nasional dan pengembangan pembalap nasional […]

  • Berdasarkan Strategi Pasar Global, Suatu Saat Bebek (Memang) Bisa Punah « ngobrolmotor 10:36 pm on November 24, 2011 | # | Reply

    […] dan motor sport.  Dan untuk pengembangan balap, kondisi itu pun lebih baik (tulisan terkait ada di sini, sini dan sini)…. Share this:EmailDiggPrintLike this:SukaBe the first to like this […]

  • balap motor « cb3adhie 7:13 pm on October 7, 2012 | # | Reply

    […] Indonesia. Tags: ATPM, Marketing, MotoGP, Pembalap Nasional, Pengembangan Pembalap, Skuter trackback Rate […]


Tulis komentar aaahhh....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: